Peran Penting Vegetasi Mangrove dalam Ekosistem Indonesia


Mangrove merupakan salah satu jenis vegetasi yang memiliki peran penting dalam ekosistem Indonesia. Menurut para ahli, peran penting vegetasi mangrove dalam ekosistem Indonesia tidak bisa dianggap remeh. Mangrove merupakan hutan bakau yang tumbuh di daerah pantai dengan air payau.

Menurut Prof. Dr. Ir. Sudarsono Soedomo, seorang pakar lingkungan hidup dari Universitas Gadjah Mada, “Vegetasi mangrove memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem di Indonesia. Mangrove berfungsi sebagai penyangga pantai, tempat hidup berbagai jenis biota laut, serta mengurangi dampak abrasi dan gelombang laut.”

Peran penting vegetasi mangrove dalam ekosistem Indonesia juga disampaikan oleh Dr. Ir. Bambang Hero Saharjo, seorang ahli kehutanan dari Institut Pertanian Bogor. Menurut beliau, “Mangrove memiliki kemampuan untuk menyaring air laut dan melindungi pesisir dari intrusi air laut. Selain itu, mangrove juga berperan dalam menyimpan karbon dioksida dan mengurangi emisi gas rumah kaca.”

Tak hanya itu, mangrove juga menjadi tempat hidup bagi berbagai jenis biota laut, seperti ikan, udang, dan burung. Menurut data Kementerian Kelautan dan Perikanan, hutan mangrove di Indonesia menjadi habitat bagi sekitar 70% spesies ikan yang hidup di perairan pantai.

Namun, sayangnya, luas hutan mangrove di Indonesia terus mengalami penurunan akibat illegal logging dan konversi lahan. Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas hutan mangrove di Indonesia telah berkurang sekitar 40% dalam 20 tahun terakhir.

Untuk itu, perlindungan dan rehabilitasi hutan mangrove perlu dilakukan secara serius. Menurut Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Brahmantya Satyamurti Poerwadi, “Kita perlu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya vegetasi mangrove dalam menjaga ekosistem Indonesia. Melalui upaya rehabilitasi dan konservasi hutan mangrove, kita dapat menjaga keberlanjutan ekosistem pantai dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang bergantung pada ekosistem tersebut.”